# 20251231.

Melanjutkan hikayat pada [entri sebelumnya](https://blog.sua.ist/20251230), akhirnya saya memutuskan untuk mendaur ulang akun [instagr.am/graphicdesigner.work](https://instagr.am/graphicdesigner.work) dan mengubah *<s>username</s>* nama penggunanya menjadi [instagr.am/ofisiadotname](https://instagr.am/ofisiadotname). Tak lama setelahnya, saya segera mengikuti sejumlah akun yang saya masih ingat di kepala, sebab relatif sering saling berinteraksi, setidaknya pada waktu belakangan ini, sebab ingatan jangka panjang saya hampir serupa dengan mitos tentang ikan mas.

![](https://cdn.hashnode.com/res/hashnode/image/upload/v1767238265901/9f6d5535-da03-4c20-a56e-a1f8626f2bea.jpeg align="center")

([sumber gambar](https://instagr.am/ofisiadotname))

Pekerjaan rumah paling berat—dan sudah tentu membosankan—selanjutnya adalah berburu seluruh keberadaan tautan akun Instagram lama tersebut lalu menggantinya dengan tautan edisi terbaru. Ketika baru saja saya ikuti kembali, seorang rekan yang humoris bahkan bertanya apakah akun lama saya kena grebek pemerintah, lalu mengemukakan frasa *«new year, new me»* pada percakapan selanjutnya. Barangkali memang benar, saatnya untuk *force shut* dan *reboot*, atau bahkan *fresh install*. Mohon maaf jika rujukan pada kalimat barusan terlampau *geeky*.

([sua](https://sua.ist))
