# 300...

Beberapa hari lalu salah satu [*tumblog*](https://linklist.graphicdesigner.work) saya berhenti [terbit otomatis](https://ifttt.com/tumblr), saya benar-benar *did not saw it coming* karena saya kira jumlah *item* dalam daftar *queue* saya masih banyak.

Angka maksimal *queue* [Tumblr](http://tumblr.com) adalah [300](https://unwrapping.tumblr.com/post/83154932683/total-tumblr-queue-limit-300) item, sudah bisa dipastikan tak butuh waktu terlalu lama hingga angka tersebut terlampaui oleh seorang [*oversharer*](https://jessicahische.is/anoversharer) yang kompulsif macam saya. Akibat batasan angka inilah, *item-item* baru biasanya saya simpan dahulu dalam daftar [*draft*](https://tumblr.zendesk.com/hc/en-us/articles/231476267-Drafts), sebelum nantinya saya alihkan menuju daftar [*queue*](https://tumblr.zendesk.com/hc/en-us/articles/231481827-Queued-posts) jika keadaan sudah memungkinkan.

![](https://cdn.hashnode.com/res/hashnode/image/upload/v1742008517986/fdfdaf3b-6846-47a4-8a75-111661399a78.jpeg align="center")

Daftar *queue* saya sudah mencapai angka nol pada tanggal [3 Januari](https://twitter.com/ofisia/status/1345577750938202113) lalu, namun baru beberapa hari setelahnya saya akhirnya berkesempatan menanggulanginya. Kenapa gerangan wahai saudara-saudari? Karena proses sepele tersebut tak semudah membalik telapak tangan, apalagi dengan kondisi koneksi internet yang sedang [*suboptimal*](https://en.wiktionary.org/wiki/suboptimal), meski tak separah kondisi di [Indonesia bagian timur](https://lokadata.id/artikel/kesenjangan-sinyal-dari-indonesia-timur).

Dua langkah yang perlu saya tempuh—menggunakan aplikasi *mobile* [resmi](https://tumblr.com/apps) Tumblr—sebenarnya sederhana saja. Pertama, buka daftar *draft*. Kedua, tekan tombol *queue*. *Prosit!* Masalahnya adalah daftar *draft* menampilkan urutan *item* secara [*reverse-chronological*](https://en.wikipedia.org/wiki/Reverse_chronology), serupa [linimasa](https://en.wikipedia.org/wiki/Timeline) [media](https://facebook.com) [sosial](https://twitter.com) masa kini pada umumnya. Tentu saja secara instan jiwa [*<s>warehouse clerk</s>*](https://betterteam.com/warehouse-clerk-job-description) [OCD](https://en.wikipedia.org/wiki/Obsessive%E2%80%93compulsive_disorder) saya bergejolak, daftar *draft* yang saya [*input*](https://en.wikipedia.org/wiki/Input_\(computer_science\)) secara [kronologis](https://en.wikipedia.org/wiki/Chronology) idealnya di *queue* secara kronologis pula, *because* [FIFO](https://en.wikipedia.org/wiki/FIFO_\(computing_and_electronics\)) *you* [*mofo*](https://en.wiktionary.org/wiki/mofo#Etymology).

Jika saya berkeinginan menerbitkan *queue* secara secara kronologis, maka saya wajib melalui prosedur [*infinite scroll*](https://en.wiktionary.org/wiki/infinite_scroll) hingga mencapai dasar urutan *draft* yang jumlahnya lebih dari 400 *item*, baru kemudian akhirnya bisa melaksanakan dua langkah yang tersebut diatas, dengan koneksi internet yang juga tersebut diatas.

[*Let that sink in*](https://urbandictionary.com/define.php?term=let%20that%20sink%20in)*.*

Tentunya ini bukan sebuah jalan buntu, masih ada opsi untuk beralih menggunakan [antarmuka](https://en.wikipedia.org/wiki/Interface_\(computing\)) [*desktop*](https://en.wikipedia.org/wiki/Desktop_environment) pada *website* Tumblr, lalu berharap mendapati [*user experience*](https://en.wikipedia.org/wiki/User_experience) yang lebih baik. Tetapi ternyata tidak, makin [*erosi*](https://youtube.com/watch?v=l7aYuk0IHNg) [*nyong*](https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Jawa_Tegal). Tumblr versi *desktop* memang tidak menyiksa penggunanya dengan *infinite scroll*, namun dengan siksaan lain yang sama-sama menghabiskan waktu.

Daftar *draft* memang ditampilkan dengan [*pagination*](https://en.wikipedia.org/wiki/Pagination#In_web_browsers), yang seharusnya sangat membantu penggunanya, tetapi tidak. *It failed, big time*. Pertama, tombol navigasi halaman *‹previous›* dan *‹next›* hanya ada di bagian [*footer*](https://en.wikipedia.org/wiki/Page_footer#Webpages), cukup menyebalkan jika tak ingat [*shortcut*](https://en.wikipedia.org/wiki/Keyboard_shortcut) [⌘+↓](https://defkey.com/what-means/command-down). Kedua, tidak ada [penomoran halaman](https://en.wikipedia.org/wiki/Page_numbering), sehingga untuk mencapai halaman terakhir saya tetap harus menekan tombol *‹next›* secara berkali-kali.

*But wait... there's more!* Setelah mencapai akhir daftar *draft* dan berhasil menekan tombol *queue*, saya masih harus melewati [*obstacle*](https://onyxocean.com/how-to-solve-your-biggest-obstacles-with-user-experience) lanjutan lainnya. Ketiga, [kotak dialog](https://en.wikipedia.org/wiki/Dialog_box) [konfirmasi](https://en.wikipedia.org/wiki/Confirmation_dialog_box) *queue* ditampilkan pada [overlay layar penuh](https://css-tricks.com/considerations-styling-modal/#dealing-with-the-overlay) dengan grup tombol yang [*centered*](https://css-tricks.com/centering-css-complete-guide) secara vertikal dan horisontal [sekaligus](https://developer.mozilla.org/en-US/docs/Web/CSS/CSS_Flexible_Box_Layout/Aligning_Items_in_a_Flex_Container), sehingga akibatnya [*pointer*](https://en.wikipedia.org/wiki/Pointer_\(user_interface\)) [tetikus](https://en.wikipedia.org/wiki/Computer_mouse) saya jadi rajin melakukan [*<s>infinite loop</s>*](https://en.wikipedia.org/wiki/Infinite_loop) [*victory lap*](https://en.wikipedia.org/wiki/Victory_lap) melintasi [*screen real estate*](https://nngroup.com/articles/utilize-available-screen-space), dari [koordinat](https://docs.microsoft.com/en-us/windows/win32/gdi/window-coordinate-system) A menuju B, lalu kembali ke A. Koordinat B tentunya berada permanen di bagian tengah layar, dan takdir ini harus saya jalani sebanyak [300](https://en.wikipedia.org/wiki/300_\(film\)) kali karena *‹*[*mass post editor*](https://oreilly.com/library/view/tumblr-for-dummies/9781118370827/a12_08_9781118370827-ch05.html)*›* Tumblr hanya berguna untuk menambah atau menyunting [*tag*](https://en.wikipedia.org/wiki/Tag_\(metadata\)#Within_a_blog) secara massal.

*Again,* [*let that sink in*](https://youtu.be/32hUIGnMpOY?t=159)*.*

Setelah mencoba mengatasinya dengan [Amino](https://aminoeditor.com)—yang secara menyedihkan hanya bermanfaat untuk memindahkan posisi tombol *‹next›* agar [*fixed*](https://developer.mozilla.org/en-US/docs/Web/CSS/position) di bagian kanan atas [layar](https://developer.mozilla.org/en-US/docs/Web/CSS/Viewport_concepts)—pada akhirnya saya menghabiskan waktu sekitar 30 sampai dengan 45 menit untuk mengembalikan daftar *queue* pada kondisi terisi penuh. Untuk mengatasi jarak [*space travel*](https://en.wikipedia.org/wiki/Elon_Musk%27s_Tesla_Roadster#/media/File:Elon_Musk's_Tesla_Roadster_\(40110297852\).jpg) antara koordinat A dan B, saya sekadar me-[*resize*](http://resizemybrowser.com/) ukuran [jendela](https://en.wikipedia.org/wiki/Window_\(computing\)) [peramban](https://en.wikipedia.org/wiki/Web_browser) agar tak perlu menggerakkan *pointer* terlalu jauh, juga demi memperkecil risiko munculnya koordinat C. C *is for* CTS*, which stands for* [*carpal tunnel syndrome*](https://en.wikipedia.org/wiki/Carpal_tunnel_syndrome)*. Lame joke, I know, please blame my <s>bad</s> inefficient day.*

([sua](https://sua.ist))
