# Disarm.

Hari ini saya memutuskan untuk meng*uninstall* aplikasi—dalam urutan alfabetis—[Aerate](http://bzgapps.com/aerate), [Caesium](http://saerasoft.com/caesium) dan [WebPonize](http://webponize.org) demi menghindari *‹*[*paradox of choice*](https://en.wikipedia.org/wiki/The_Paradox_of_Choice)*.›*

![](https://cdn.hashnode.com/res/hashnode/image/upload/v1742016677204/0ad50afe-07c6-42b6-b5ad-55814260b8c6.png align="left")

([Aerate](http://bzgapps.com/aerate), [Caesium](http://saerasoft.com/caesium) dan [WebPonize](http://webponize.org))

Sementara waktu, untuk urusan [kompres-mengompres](https://en.wikipedia.org/wiki/Image_compression) <s>termos es</s> saya akan *stick* pada aplikasi—masih dalam urutan alfabetis—[ImageOptim](https://imageoptim.com/mac), [Pym](https://github.com/patr0nus/Pym), [Squoosh](https://squoosh.app), dan [XnConvert](https://xnview.com/en/xnconvert). *Oh boy,* bahkan empat sekawan itu saja barangkali sudah cukup untuk membuat bung [Barry Schwartz](https://en.wikipedia.org/wiki/Barry_Schwartz_\(psychologist\)) bingung memilih.

Bagi yang jeli mengamati pasti paham bahwa Pym dan Squoosh adalah kucing dalam karung yang sama. Meski lebih jarang mendapatkan pemutakhiran, namun satu kelebihan tak tertandingi Pym dibanding Squoosh adalah ia lebih ramah daring. Cocok untuk para fakir WiFi negara dunia ketiga macam hamba serta mayoritas penduduk lainnya di hampir seluruh penjuru Indonesia bagian timur, '*nuff said.*

([sua](https://sua.ist))
