# Discordnect.

Beberapa hari lalu saya *stumbled upon* sebuah komunitas daring yang berbasis *web* namun dapat pula diakses lewat aplikasi [gawai](https://id.wikipedia.org/wiki/Gawai) bernama [Circle](https://circle.so/). Sebenarnya bukan hal baru, sebelumnya sudah lumrah jika forum daring melangsungkan komunikasi kolektif mereka lewat aplikasi gawai atau [mejantara](https://id.wikipedia.org/wiki/Komputer_mejantara), misalnya [Slack](https://en.wikipedia.org/wiki/Slack_\(software\)) atau [Discord](https://en.wikipedia.org/wiki/Discord), salah dua yang populer diantara pelbagai opsi lainnya.

![](https://cdn.hashnode.com/res/hashnode/image/upload/v1757992459615/00880419-94ac-4bac-92ba-c951e94f8149.png align="center")

([sumber gambar](https://discord.com/download))

Circle membuat saya teringat pada instalasi Discord di komputer jinjing saya yang sudah lama tidak dibuka. Saya ingat betul waktu itu saya akhirnya *install* Discord demi dapat berpartisipasi dalam diskusi [TypeDialogue](https://www.instagram.com/typedialogue). Dengan semangat saya bergegas meluncurkan aplikasi tersebut, hanya untuk terkejut dan sedikit kecewa karena—seperti biasanya, [*nothing lasts forever*](https://blog.sua.ist/nlf)—pemutakhiran otomatis menyebabkan segalanya berantakan.

Versi sistem operasi yang ada di komputer jinjing saya saat ini sudah tidak lagi didukung, dan saya hanya bisa kembali pasrah mengakses Discord lewat [peramban](https://id.wikipedia.org/wiki/Peramban_web) semata. Saya sudah mencoba *mengobok-obok* situs Discord dengan harapan dapat menemukan tautan unduh *installer* versi sebelumnya, namun saya tidak beruntung. Saya cari di Github pun tidak ketemu, sangat dapat dimaklumi sebab Discord tidak *open source*. Sepertinya ada opsi *open source* bernama [BetterDiscord](https://betterdiscord.app/), akan tetapi saya belum tertarik mencoba *install*.

([sua](https://sua.ist))
