# Gddw...

Tahun ini saya memutuskan untuk tidak lagi memperpanjang pendaftaran domain [**graphicdesigner.work**](http://graphicdesigner.work), berdasarkan atas sejumlah pertimbangan. Pada mulanya, alasan utama kenapa dulu saya mendaftarkan *domain* yang cukup panjang—tepatnya dua puluh karakter—tersebut adalah karena saya sering mendapati banyak orang yang salah salah eja ketika mengetik *domain* utama saya, yakni [**ofisia.name**](http://ofisia.name).

Tetiba saja *domain* saya jadi memiliki banyak alias, yang serba serupa namun tak sama. Nama belakang saya kadang dieja sebagai *‹officia›* kadang *‹offisia,›* kadang *‹oficia,›* kadang *‹ovicia,›* kadang *‹ovisia,›* dan sebagainya, saya yakin anda betapa miripnya bunyi mereka ketika dilafalkan.

Lain halnya dengan *domain* panjang yang saya pikir sebagai sebuah ide cemerlang pada saat itu, sebab tentunya jauh lebih kecil kemungkinan orang salah eja ketika mengetik *«graphic designer dot work.»* Betul tidak? Betul *kan* ya? Betul dong...

Namun, meskipun lebih mudah dieja dan terbukti jarang salah ditulis, karakternya yang terlampau panjang di era yang sarat *short URL* ini, bahkan akhirnya membuat saya sendiri malas mengetiknya sering-sering, misalnya ketika sedang mengisi formulir tertentu.

Tahun lalu, saya beruntung mendapati sebuah TLD pendek dengan harga yang terjangkau, waktu itu akhirnya saya mendaftarkan satu lagi *domain* baru yang saya harapkan dan saya asumsikan bakal lebih mudah dieja dan atau diketik ketimbang *domain* lama yang melibatkan nama belakang saya.

![](https://cdn.hashnode.com/res/hashnode/image/upload/v1742063095893/0d2d75d6-5b0e-4b69-9fcf-21e9f104cbae.png align="left")

(perbandingan jumlah karakter *domain* [**graphicdesigner.work**](http://graphicdesigner.work) dan [**dsgn.lv**](http://dsgn.lv))

*Domain* tersebut adalah [**dsgn.lv**](http://dsgn.lv), yang jika harus dieja masing-masing karakternya pun tidak sampai membuat lidah saya keseleo, yakni *«de es ge en dot el ve.»* Atau, jika ingin *macak* sedikit lebih *gaul*, dapat pula dilafalkan sebagai *«design dot love,»* tentunya dengan keterangan tambahan, yakni «tanpa huruf vokal.»

Sejauh ini, saya rasa ini adalah sebuah keputusan yang lebih baik untuk jangka panjang, meski tidak berarti tanpa kendala sama sekali. Saya terpaksa harus melakukan *redirection* serta *remapping* pada sejumlah *subdomain* yang sudah terlanjur tersambung dengan sejumlah situs pihak ketiga, pada khususnya Tumblr.

Selain itu, saya pun akhirnya jadi punya pekerjaan rumah insidental, yakni menyisiri belantara internet, lalu menyalin tempel rekaman jejak *domain* [**graphicdesigner.work**](http://graphicdesigner.work) dengan [**dsgn.lv**](http://dsgn.lv). Bagaimanapun juga, *a man gotta do what a man gotta do.* *God help us all,* [*<s>it's Slipknot!</s>*](https://www.youtube.com/watch?v=uWqysNdWSN0*/)

([sua](https://sua.ist))
