# Guna (Part I).

Pada hari Minggu tanggal 14 Februari 2021 kemarin, seorang kawan lama mengirimi saya sebuah [tautan](https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/tautan) artikel. Kawan saya yang satu ini benar-benar ‹edisi lama› sungguhan, sebab telah kenal sejak zaman ketika saya masih sering naik [**bemo**](/blm). Artikel tersebut bertajuk *«*[*Keren! Font Film Netflix ‹Space Sweepers› Ternyata Buatan Orang Indonesia*](https://uzone.id/keren-font-film-netflix-space-sweepers-ternyata-buatan-orang-indonesia)*,»* ditulis oleh nona [Siti Nur Arifa](https://uzone.id/author/Siti+Nur+Arifa), yang pada [halaman redaksi](https://uzone.id/tentang-kami) situs [uzone.id](http://uzone.id) tercatat sebagai staf bagian [*social media*](https://en.wiktionary.org/wiki/social_media#Noun).

Selain saling [umpat](https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/umpat)\-mengumpat, kegiatan kirim-mengirim tautan ini sudah lumrah terjadi antara kami berdua lewat [pelbagai](https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/pelbagai) aplikasi penunjang komunikasi elektronik masa kini. Mulai dari [Facebook](https://en.wikipedia.org/wiki/Facebook) [Messenger](https://en.wikipedia.org/wiki/Facebook_Messenger), [Instagram](https://en.wikipedia.org/wiki/Instagram), hingga [WhatsApp](https://en.wikipedia.org/wiki/WhatsApp). Selain cabang-cabang bisnis bung [Zuckerberg](https://en.wikipedia.org/wiki/Mark_Zuckerberg) tersebut, lewat [surel](https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/surel) dan Google [Talk](https://en.wikipedia.org/wiki/Google_Talk) pun juga pernah. Kecuali [Friendster](https://en.wikipedia.org/wiki/Friendster), karena pada masa kejayaan Friendster kami masih bisa saling <s>umpat-mengumpat</s> bertatap muka secara langsung.

Pada umumnya, <s>motif utama</s> [*prima causa*](https://id.wikipedia.org/wiki/Prima_causa) kawan lama saya ini mengirim tautan adalah demi <s>memamerkan</s> mengabarkan salah satu karya tulis jurnalistik dari sejumlah kanal media penerbitan digital, yang rerata merupakan [*subsidiary*](https://en.wiktionary.org/wiki/subsidiary#Noun) dari atau ter[afiliasi](https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/afiliasi) dengan sebuah raksasa penerbitan—analog—nasional yang berbasis di Surabaya, Jawa Timur.

Agar lebih ringkas serta mencegah saya lelah mengetik, mulai dari paragraf ini saya akan berhenti menyebut yang bersangkutan sebagai ‹kawan lama.› Selain itu juga agar para pembaca yang budiman tidak salah mengira beliau sebagai [Kuncoro Wibowo](https://id.wikipedia.org/wiki/Kuncoro_Wibowo), tokoh kunci dibalik [PT. Kawan Lama Sejahtera](https://id.wikipedia.org/wiki/Kawan_Lama_Sejahtera). Sebab sejatinya beliau memiliki nama lahir yang amat sangat unik, yakni Gunawan Sutanto. Sekali lagi, agar lebih ringkas, selanjutnya sebut saja Guna.

![](https://cdn.hashnode.com/res/hashnode/image/upload/v1742016028543/c8566ded-9a1d-4cb6-b361-b3f6404594e4.jpeg align="left")

([sumber gambar](http://gunawan.id/download-video-instagram-tanpa-aplikasi/))

Sudah barang tentu, bagian akhir pada paragraf diatas adalah sebuah bentuk komedi satir. Bahkan bung Guna yang melek [SEO](https://en.wikipedia.org/wiki/Search_engine_optimization) saja menganjurkan orang untuk menggunakan kata kunci *«*[*Jurnalis Jawa Pos*](https://lmgtfy.app/?q=jurnalis+jawa+pos)*»* ketika [googling](https://en.wiktionary.org/wiki/googling), alih-alih menggunakan nama lengkap pemberian ayahanda dan ibunda tercinta. Tak ubahnya guyonan *à la* murid Sekolah Dasar, dulu saya biasa menggunakan nama Yth. Bpk. beliau sebagai bahan olok-olok, namun hari ini saya akan berusaha untuk menjaga <s>lisan</s> tulisan meski bukan bulan puasa. Tadinya [*ana*](https://en.wiktionary.org/wiki/ana#Malay) hendak menulis sedang [*fuasa*](https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/puasa) Senin-Kamis, *tafi* [<s>Baim</s>](https://id.wikipedia.org/wiki/Baim_Anak_Sholeh) *ana* takut dosa.

(bersambung ke ‹[Part II](/guna-part-ii)›)

([sua](https://sua.ist))
