# Instemp (Part II).

Pada entri yang bertajuk *‹*[Instemp](/instemp)› di bulan Maret lalu saya telah menceritakan soal hikayat *content recycle* yang bermuara di Instagram, akan tetapi sebenarnya petualangannya tidak sekadar berhenti di situ saja.

![](https://cdn.hashnode.com/res/hashnode/image/upload/v1742062618751/35701e8a-431e-4843-967b-057eac5825a3.png align="left")

(akun [**sua.ist**](http://sua.ist) di [**Pinterest**](https://www.pinterest.com/suadotist), [**Medium**](https://suadotist.medium.com/) dan [**WordPress**](https://suadotist.photo.blog/))

Kumpulan gambar tangkapan layar dengan rasio 2:1 tersebut sebenarnya terus melanjutkan perjalanan melanglang buana mengarungi jagad internet. Baiklah, saya akui kata-kata barusan lumayan terdengar hiperbolis. *Ndhak* apa-apa *kan* ya? *Kan* yang penting *mbois*.

*«Tiada kata nihilitas, bahkan batu pun diperas,»* begitulah kiranya penggalan lirik lagu [Komunal](https://www.instagram.com/komunal/) berjudul *‹*[*Praktika Bisnis Karnivora*](https://www.musixmatch.com/lyrics/Komunal/Praktika-Bisnis-Karnivora)*›* yang ditulis oleh bung [Doddy Hamson](https://highvoltamedia.com/doddy-hamson-budaya-poster-cetak-telah-mati-komunal-yang-menyelamatkan/) sang multitalenta. Jadi, selama masih bisa dilanjutkan siklus daur ulangnya, maka terus saya peraslah itu kumpulan gambar hingga tetes terakhir.

Singkat cerita, gambar-gambar berformat *landscape* tersebut akhirnya saya terbitkan <s>silang</s> ulang juga ke sejumlah *<s>webapp</s>* situs lain, yakni [**Pinterest**](https://pinterest.com/suadotist), [**Medium**](https://suadotist.medium.com/), dan [**WordPress**](https://suadotist.photo.blog/). Dari ketiganya, hanya Pinterest yang mendukung otomatisasi penuh, yang mampu membuat entri baru dari umpan RSS *blog* ini. Maka dari itu, dari jauh-jauh hari sudah saya rencanakan untuk membatasi kegiatan *repost* secara manual di Medium dan WordPress hanya hingga seratus entri.

Namun, terakhir saya *repost* di Medium, saya mendapati semacam peringatan yang memberitahukan bahwa gambar-gambar tersebut dinilai sebagai salah satu hal yang tidak diperbolehkan, atau melanggar salah satu dari daftar peraturan penggunaan Medium yang tertera di [halaman ini](https://policy.medium.com/medium-rules-30e5502c4eb4), yang salah satu klausulnya berbunyi sebagai berikut:

> Images functioning as third-party ads are not allowed. Inline images or embeds that link out and function as banner ads for third-party brands are not allowed.

Sebuah *party pooper* yang kian membuat Medium menjadi *fun no more*. Barangkali memang bung [Ev Williams](https://ev.medium.com/about) sudah cukup *fed up* karena platform unik prakarsanya ini terlalu sering di *abuse* oleh pengguna-pengguna tak bertanggung jawab. Baiklah, seperti saya, misalnya.

Jadi, barangkali saja, setelah ini, meski belum sampai seratus entri, saya akan menyudahi kegiatan *repost* di Medium, bahkan mungkin demikian juga dengan WordPress, tapi ya masih mungkin, tergantung seberapa banyak energi yang tersisa untuk menjaga konsistensi. Karena bagaimanapun juga, hal itulah yang paling berat di antara segalanya.

([sua](https://sua.ist))
