# Tanah Ibu Kami.

%[https://www.youtube.com/watch?v=17nuKRsHROM] 

Kemarin malam ketika saya sedang bersiap pingsan akibat kurang tidur, istri saya tetiba memutar sebuah film dokumenter bertajuk ‹[Tanah Ibu Kami](https://www.youtube.com/watch?v=17nuKRsHROM)› produksi [The Gecko Project](https://thegeckoproject.org/) dan [Mongabay](https://www.mongabay.com/) di sebelah saya. Film tersebut merekam perjalanan jurnalis [Febriana Firdaus](https://www.febrianafirdaus.com/) menuju sejumlah penjuru tanah air, yang kemudian mewawancarai para narasumber wanita tentang pengalaman-pengalaman pahit mereka dalam memperjuangkan konservasi lingkungan di masing-masing daerah mereka.

Kisah para korban pembangunan korporasi dalam film ini kembali mengingatkan saya akan film ‹[Sexy Killers](https://www.youtube.com/watch?v=qlB7vg4I-To)› yang dulu juga menyentil Jokowi, perilisannya-pun juga sama-sama tepat waktu, yakni ketika Jokowi semakin diselimuti kabut pekat ‹Omnibus Law› belakangan ini, sebuah undang-undang yang konon bakal menukar keberlangsungan ekologi demi keberlangsungan ekonomi (baca: investasi), sehingga riskan menyemai benih-benih bencana alam buatan di kemudian hari.

Pada detik-detik ketika daya bohlam dalam kelopak mata tinggal [*limang*](https://translate.google.com/#view=home&op=translate&sl=jw&tl=id&text=limang) *watt*, di bagian akhir film tetiba saya merasa seperti *familiar* dengan wajah salah seorang narasumber yang sedang diwawancarai. Saya sebenarnya benar-benar lupa, tapi berkat sekian milidetik meditasi dengan pemusatan kekuatan *à la* jurus [*curcuma*](https://newsroom.ucla.edu/releases/curcumin-improves-memory-and-mood-new-ucla-study-says) akhirnya saya kembali mengingat sosok tersebut, yang ternyata adalah, oh, [siapa tak kenal dia](https://lirik.kapanlagi.com/artis/ikang-fawzi/catatan-si-boy/), tak lain dan tak bukan, [Farwiza Farhan](https://futurefornature.org/ffn_winner/farwiza-farhan), yang pernah [main bareng](https://www.youtube.com/watch?v=PNqnUCWZxTY) sama [Leonardo DiCaprio](https://en.wikipedia.org/wiki/Leonardo_DiCaprio) di film ‹[Before The Flood](https://www.beforetheflood.com/)› dulu.

Film ‹Tanah Ibu Kami› dirilis dalam versi bahasa Inggris sebagai ‹[Our Mother’s Land](https://www.youtube.com/watch?v=xwro9TsU2mE)› dan terus terang saya tertarik untuk menontonnya pula, namun sayangnya bohlam dalam kelopak mata saya bukanlah merk [Philips](https://en.wikipedia.org/wiki/Philips) yang senantiasa ‹[terang terus](https://www.youtube.com/watch?v=jj1yYMElKHM)› dan bisa diatasi dengan jurus *curcuma* semata. Singkat kata, akhirnya saya tepaksa memilih untuk tidur, lalu menulis tulisan ini saat bangun.

(sua)
