# Whabitsta.

Tadi malam saya mendapati bahwa aplikasi [Standard Notes](https://standardnotes.com/) di komputer jinjing saya gagal *syncing* meski sudah dicoba ulang berkali-kali. Saat saya coba *login* lewat peramban, saya pun akhirnya mendapati perbedaan *URL* untuk *syncing*. Versi mejantara menggunakan [sync.standardnotes.org](http://sync.standardnotes.org), sedangkan versi peramban menggunakan [api.standardnotes.com](http://api.standardnotes.com). Ketika saya mencoba *logout* dari versi mejantara, kemudian *login* ulang dengan harapan *sync URL* tersebut bakal termutakhirkan secara otomatis, ternyata saya salah.

![](https://cdn.hashnode.com/res/hashnode/image/upload/v1755686239036/a3145a81-fcd4-4752-b648-4b1af34de060.png align="center")

(sumber gambar [kiri](https://www.whatsapp.com/), [tengah](https://bitwarden.com/) dan [kanan](https://standardnotes.com/))

Pada saat itu saya lalu mengunduh ulang *installer* Standard Notes lewat situs resmi mereka, dan saat saya coba *install*, saya baru sadar jika dewi Fortuna sudah tidak lagi berpihak kepada saya. Momen-momen seperti ini adalah saat untuk mengheningkan cipta, lalu pasrah menerima takdir bahwa sistem operasi yang sedang saya gunakan saat ini sudah berhenti didukung, dan pilihannya adalah <s>conform or die</s> *update OS*. Meskipun hal tersebut gratis, saya belum tertarik menambah beban pemrosesan pada komputer jinjing saya.

Sejauh ini, Standard Notes adalah aplikasi versi desktop ketiga yang akhirnya berpredikat almarhum, menyusul aplikasi versi mejantara [WhatsApp](https://www.whatsapp.com) dan [Bitwarden](https://bitwarden.com/) yang beberapa waktu sebelumnya juga berakhir dengan nasib yang sama. Kini, seperti biasanya, saya terpaksa menerima keadaan, dan hanya bisa mengakses mereka lewat peramban untuk selamanya, kecuali jika kelak saya menyerah lalu memilih opsi *update OS*. [*Hate to say I told you so*](https://www.youtube.com/watch?v=Uz1Jwyxd4tE)*, but indeed,* [*nothing lasts forever*](https://blog.sua.ist/nlf)*.*

([sua](https://sua.ist))
