Skip to main content

Command Palette

Search for a command to run...

20250608.

Updated
View as Markdown

Hari ini saya sedang single, kemarin istri saya berangkat bepergian ke luar kota dalam provinsi, besok baru jadwal saya menjemput beliau di sebuah stasiun. Seharian ini saya mencoba juggling beberapa kegiatan sekaligus, bahasa kerennya multitasking.

Diantara sejumlah interval siklus hitung mundur pembilas dan pengering sebuah mesin cuci, terhitung total dua kali sehari saya menanaskan sepanci rawon, sebuah menu tipikal penuh kearifan lokal pada saat Iduladha serta beberapa waktu setelahnya, dan dua kali sehari juga saya mendinginkan dan menyimpan pancinya dalam lemari es, wujud penghormatan terakhir bagi sang sapi agar hasil pengorbanannya berfaedah sedikit lebih lama.

Pula sebagai tribute bagi nona Greta Thunberg cum suis yang sedang berlayar menuju Gaza dengan kapal The Madleen milik Freedom Flotilla Coalition. Tidak terlampau high effort, saya hanya mendaur ulang custom typography End Massacre lalu mereduksinya menjadi lima huruf nama depan pemudi penggagas Skolstrejk för Klimatet, the one and only, nona ‹Greta› Thunberg.

Setelah selesai diekspor sebagai berkas video untuk diterbitkan sebagai sebuah reel Instagram, saya memilih lagu Run The Jewels yang bertajuk Sea Legs sebagai musik latar, sebab kebetulan bung El-P menyertakan suara ala debur ombak pada bagian intronya. Sebenarnya saya pribadi lebih menggemari versi remix bung Dave Sitek, namun sayangnya bung Dave memilih untuk menanggalkan elemen maritim tersebut.

Seusai animasi looping enam belas detik ‹Greta› diterbitkan dan disebar luaskan serupa bara api liar di hamparan padang rumput kering lewat sejumlah story akun Instagram sekunder, saya menemukan diri saya terbaring di permukaan datar sambil menatap urutan angka alarm hitung mundur di gawai.

Meskipun nona Marie Kondo sudah memutuskan pensiun dari tetek bengek metode Konmari,› akan tetapi legacy beliau tetap patut saya hormati dengan turut serta mempensiunkan aplikasi-aplikasi yang sudah tidak lagi spark joy di gawai saya, daripada semakin tidak berfaedah menyita lahan dalam penyimpanan read only memory.

Secara alfabetis, aplikasi-aplikasi yang masuk daftar target operasi tersebut adalah: Luma AI, Philips Air+, Asana, Chatra, Concepts, Fleep, Keybase, Huawei HiLink, MyXL, Phiro Go, Plaky, Penguin Isle, Sketchbook, dan Tayasui Sketches. Tentunya sangat ada alasan masing-masing kenapa saya uninstall tiap aplikasi tersebut, akan tetapi menulisnya disini akan membuat entri ini menjadi terlampau sempurna. Lagipula badan saya sudah mulai lelah, mengumpulkan tautan-tautan Google Play Store diatas saja sudah cukup melelahkan, dan menambah durasi tulis-menulis bukanlah kegiatan yang spark joy di malam berhias hujan deras dan gemuruh guntur ini.

(sua)