blog.sua.ist
@sua.ist
𝗺𝗲𝗻𝘂: blog.sua.ist/menu • 𝗻𝗲𝘄𝘀𝗹𝗲𝘁𝘁𝗲𝗿: sua.ist/digest • 𝗶𝗻𝘀𝘁𝗮𝗴𝗿𝗮𝗺: instagr.am/sua.ist
1 Follower
1 Following
122 posts

20211130.

Belum ada hal yang cukup signifikan untuk ditulis, namun ketimbang blog ini sepi tanpa entri, maka saya rasa tak ada salahnya untuk sekadar menimbun sedikit demi sedikit catatan-catatan kecil yang barangkali berguna bagi pemantik kenangan, kelak ketika kemampuan daya ingat mulai atau telah menurun.

20211120.

Hari ini adalah hari yang sarat dengan procrastination, menukar kegiatan berat dengan yang lebih ringan. Siang tadi saya menyunting sepertiga dari tumpukan berkas foto bahan unggahan Unsplash, cukup dengan aplikasi Polarr versi cuma-cuma, dengan jumlah filter bawaan yang lebih dari cukup untuk mengundang kehadiran paradox of choice.

Multigram.

Ketika pertama kali mendaftarkan akun Instagram dengan @versuaist, pada waktu yang bersamaan saya mendaftarkan pula akun lain dengan username @ver.sua.ist sebagai cadangan. Selama beberapa waktu, saya hanya aktif login dan mengunggah post menggunakan akun yang pertama, sedangkan akun kedua hanya saya tengok sesekali saja.

Hndrd.

Sejak beberapa hari yang lalu, jumlah entri yang telah diterbitkan di blog butut ini sebenarnya telah mencapai lebih dari seratus, yang berarti telah datang waktunya bagi saya untuk berhenti menambahkan masing-masing tautannya pada daftar keseluruhan yang tercatat pada entri bertajuk «Die Neue Routine.»

Ytb.

Pada suatu hari, bung Abdurrahman Hanif of Locomotype menanyakan soal bagaimana cara untuk menginstal Specimen Skeleton di forum Discord yang dikelola oleh Type Dialogue. «Specimen Skeleton» adalah semacam sebuah static site generator berbasis Eleventy bikinan bung Roel Niesken, yang berfungsi khususon untuk menampilkan berbagai styles atau weights dari sebuah type family.

Noflix.

Beberapa waktu ini sebuah serial yang bertajuk «something something Heist» mendadak menjadi hype di lingkaran gosip komunikasi daring istri saya, mulai dari grup pada aplikasi kirim-terima pesan milik Mark Zuckerberg atau Pavel Durov, hingga forum dalam aplikasi Discord yang belakangan pula sedang hype di gawai para pengguna Indonesia.

PinteRSS.

Biasanya, saya menggunakan berbagai macam alat bantu automation—misalnya seperti dlvr.it, IFTTT, Zapier, Integromat, dan automate.io—untuk mendaur ulang konten permalink dari situs saya. Namun, pada suatu ketika, saya mendapati bahwa Pinterest kini telah memiliki fitur bawaan yang memungkinkan penggunanya menambahkan pin baru secara otomatis berdasarkan sebuah umpan RSS. Sebagai seseorang yang malas, tentu saja tak pelu pikir panjang serta tak butuh waktu lama bagi saya untuk segera turut serta join the bandwagon agar tak ketinggalan kereta. Sebab, prosedurnya sangat mudah sekali, hanya perlu mengubah pengaturan akun suadotist di Pinterest, dari akun pribadi menjadi akun bisnis. Consider it done, just like that.

VDSDI (Part XI)

Demi membubuhkan sedikit flair, beberapa hari lalu mengunggah ulang berkas CSS situs versuaist, setelah memutakhirkanya dengan sebuah jurus old school kegemaran, yakni image replacement. Kali ini saya tetap setia dengan metode bung Scott Kellum dari tahun 2012, alih-alih mengadopsi metode yang lebih kekinian dari berkas CSS HTML5 Boilerplate prakarsa bung Paul Irish cum suis, alasannya sederhana saja, karena lebih ringkas.

Fantenwra.

Setelah entri terakhir yang berisi daftar film yang telah ditonton pada beberapa bulan yang lalu, hingga kini saya—dan istri—masih belum juga menumbuhkan keteguhan hati serta kekuatan mental untuk menonton mahakarya Bong Joon-ho yang berjudul «Parasite.»

IGS.

Beberapa waktu yang lalu secara iseng saya mencoba mengaktifkan fitur Instagram Shopping pada akun @ofisia.name, dan ternyata berhasil, tentunya setelah melalui tetek bengek prosedur autentifikasi domain. Saya kemudian segera menambahkan enam belas item versuaist ke dalam katalognya. Really easy peasy, actually.