Appdates (Part I).

Hari ini saya menguninstall aplikasi Tusky dari gawai Android saya. Dengan semangat serupa Marie Kondo, belakangan ini saya rajin mengeliminasi kontestan pada ajang pencarian aplikasi berbakat di home screen saya.

(sumber gambar)

Saya tidak menguninstall Tusky karena ia tidak dapat spark joy,› namun sesederhana karena jarang saya pakai lagi. Saya juga bahkan sudah lama tidak login ke Mastodon, selain ketika membutuhkannya untuk proofing Keybase. Sebelum Tusky, aplikasi lain yang bernasib sama yakni TikTok, Ello, Gojek, dan Spendee.

Saya tidak akan malu untuk mengakui bahwa saya pernah menginstall TikTok. Waktu itu saya pikir saya bisa menggunakan TikTok untuk meneruskan konten-konten dari Instagram, tetapi rupanya API TikTok masih belum memungkinkan saya memperlakukannya demikian.

Selain akibat pemakaian yang jarang, Ello saya uninstall karena indikasi bahwa masa depannya suram stagnan. Sebagai pengguna sejak masa awalnya, hingga kini Ello tidak mendapatkan terlalu banyak pengembangan yang berarti.

Saya paham bahwa Ello adalah prakarsa mandiri yang tidak diperbudak pengiklan, tetapi banyak hal suboptimal dari sisi UI yang menurut saya sudah selayaknya disempurnakan pada usianya saat ini. Mungkin kejam, tapi mantra innovate or die mungkin memang absolut hukumnya.

Ketika saya mendengar kabar bahwa dynamic duo Berger & Föhr pensiun dini dari kepengurusan karang taruna Ello, di situlah kadang saya merasa sedih, dan semakin meyakini bahwa dugaan saya benar.

(bersambung ke ‹Part II›)

(sua)