sua
February 22

Brckts.

(sumber gambar kiri, tengah, dan kanan)

Saya telah menjadi pengguna setia aplikasi Brackets untuk waktu yang terhitung cukup lama, sejak pertama kali Adobe mengumumkannya. Bagi saya, Brackets adalah sebuah opsi yang lebih stripped back dan no bullshit dibandingkan aplikasi penyunting kode serba bisa macam Dreamweaver, yang juga sama-sama produk Adobe, dan sama-sama pernah saya gunakan untuk waktu yang lama pula.

Salah satu preview andalan yang saya idolakan dari Brackets dibanding aplikasi serupa lainnya adalah fitur ‹Live Preview,› yang memungkinkan penggunanya melihat perubahan visual secara real time ketika sedang menyunting berkas-berkas statis macam HTML, CSS dan JS. Sebuah fitur yang amat sangat membantu memangkas waktu, karena meminimalkan prosedur menekan tombol refresh pada peramban.

Hati saya hancur berkeping-keping tatkala Adobe mengumumkan EOL—singkatan dari ‹end of life›—Brackets pada tanggal satu Maret dua ribu dua puluh satu. Tim Adobe bahkan menganjurkan VS Code sebagai alternatif pengganti, sedangkan tim Microsoft—sang pengembang VS Code—pun juga telah menyediakan instruksi tata cara migrasi untuk para pengguna Brackets yang ingin beralih.

But, oh man, it will never be the same. Saya telah pernah mencoba pelbagai penyunting kode minimalis, dan hingga kini IMHO belum ada yang dapat menandingi Brackets, termasuk pula VS Code. Sembari mencoba move on dari bayang-bayang Bracket yang susah sirna, kadangkala saya menyandarkan hati pada Atom, sebuah penyunting kode buatan Github, yang kini juga telah diakuisi oleh Microsoft, sehingga tidak mustahil jika kelak juga dilebur menjadi satu dengan VS Code. Tapi, oh sayang, takkan lagi terasa sama.

Lalu, tahukah anda? Tentu saja tidak! Baiklah, saya punya kabar gembira untuk anda, dan terutama lagi untuk saya sendiri. Ketika iseng membuka situs Brackets demi mencari tahu kelanjutan nasibnya, saya mendapati bahwa Adobe telah memberikan tongkat estafetnya pada komunitas open source yang masih berminat meneruskan pengembangannya. Instalasi Brackets versi 1.14 yang telah lama terbengkalai tanpa pemutakhiran, akhirnya akan kembali mendapatkan penyegaran.

Usut punya usut, Brackets telah diwariskan pada khalayak open source lalu kemudian diambil alih pada tanggal tujuh belas September tahun lalu, dan versi terkininya, yakni versi 2.0.1 telah dirilis pada tanggal satu Desember, juga pada tahun lalu. Sungguh, hati saya senang bukan kepalang rasanya. Malam ini saya akan bisa tidur dengan tenang, lalu bangun pagi dengan senyum yang paling lebar, serupa Raymond K. Hessel.

(sua)