Ceria.

Elemen HTML berikut ini adalah elemen <script>, yang peran utamanya adalah untuk memuat sebuah berkas javascript secara eksternal, baris tersebut dapat ditemukan pada kode sumber sejumlah situs pribadi saya.

<script src=“//instant.page/2.0.0” type=“module” defer integrity=“sha384-D7B5eODAUd397+f4zNFAVlnDNDtO1ppV8rPnfygILQXhqu3cUndgHvlcJR2Bhig8”></script>

Saya menggunakannya untuk menambahkan ‹instant.page,› sebuah library berukuran kecil bikinan bung Alexandre Dieulot yang konon membantu membuat sebuah halaman web terasa lebih cepat.

(sumber gambar)

Saya sengaja menggunakan kata ‹konon› dan ‹terasa› karena saya pribadi belum pernah sekalipun mencoba membandingkan dampak penggunaannya. Namun mempertimbangkan instruksi penggunaannya yang sangat mudah, serta pengakuan bung Chris Coyier dan bung Tim Kadlec, tak ada banyak alasan bagi saya untuk tidak ikut bergabung menerapkannya.

Menjelang penghujung tahun lalu ketika iseng mengunjungi ulang situs ‹instant.page› yang beralamat URL sangat catchy tersebut, saya mendapati bahwa 5.1.0 adalah versinya yang terkini. Mengingat saya masih terjebak dengan versi 2.0.0, jiwa web perf nerd saya bergejolak untuk move on, merasa sungguh tak rela untuk ketinggalan kereta WPO.

Singkat cerita, di awal bulan September Desember ceria, tepatnya pada tanggal satu bulan dua belas tahun dua ribu dua puluh, saya kembali mengeluarkan jurus salin tempel sakti, kemudian memutakhirkan baris <script> ‹instant.page› pada kode sumber masing-masing situs pribadi saya seperti versi berikut ini.

<script src=“//instant.page/5.1.0” type=“module” integrity=“sha384-by67kQnR+pyfy8yWP4kPO12fHKRLHZPfEsiSXR8u2IKcTdxD805MGUXBzVPnkLHw”></script>

(sua)