Disarm.

Hari ini saya memutuskan untuk menguninstall aplikasi—dalam urutan alfabetis—Aerate, Caesium dan WebPonize demi menghindari paradox of choice.›

(Aerate, Caesium dan WebPonize)

Sementara waktu, untuk urusan kompres-mengompres termos es saya akan stick pada aplikasi—masih dalam urutan alfabetis—ImageOptim, Pym, Squoosh, dan XnConvert. Oh boy, bahkan empat sekawan itu saja barangkali sudah cukup untuk membuat bung Barry Schwartz bingung memilih.

Bagi yang jeli mengamati pasti paham bahwa Pym dan Squoosh adalah kucing dalam karung yang sama. Meski lebih jarang mendapatkan pemutakhiran, namun satu kelebihan tak tertandingi Pym dibanding Squoosh adalah ia lebih ramah daring. Cocok untuk para fakir WiFi negara dunia ketiga macam hamba serta mayoritas penduduk lainnya di hampir seluruh penjuru Indonesia bagian timur, ‘nuff said.

(sua)