Instemp (Part III).

Hari ini saya telah menjadwalkan sepuluh post berkala untuk akun Instagram @sua.ist lewat antarmuka desktop Facebook Creator Studio. Setelah beberapa lama menggunakan typeface Inria Sans Bold sebagai headline pada tiap post, saya mulai menyadari bahwa Inria Sans memang tidak bisa telalu dipaksakan—untuk tampil secara menonjol à la sebuah display typeface—sebagai headline.

(sejumlah thumbnail post akun Instagram @sua.ist)

Barangkali akan berbeda ceritanya jika saya dapat menggantinya dengan weight yang lebih tebal, macam Inria Sans Extrabold. Namun sayang, sepertinya weight tersebut memang tidak dirilis secara open source oleh Black Foundry dan Inria, karena hingga kini saya belum dapat menemukannya di akun Github resmi mereka, maupun dimanapun lainnya.

(a Wim Crouwel-esque ‹work in progress› display typeface)

Maka dengan sedikit breaking the rules, akhirnya saya putuskan untuk mendaur hand set vector type yang telah saya gunakan pada akun Instagram @ofisia.name, @graphicdesigner.work, dan @lv.dsgn.lv. Saya akui, tentunya gaya tampilan yang Wim Crouwel-esque memang agak kurang matching dengan post-post Instagram yang existing, namun, jika boleh mengutip lirik lagu nona Sheryl Crow: «I think a change would do you good.»

(sua)