Lam.

Setelah melalui alur kerja hibrida antara Notable, hyperorg, HTMLtoMD Turndown, Highland, DillingerMarkdown to HTML› dan akhirnya saya berhasil menata ulang seluruh daftar tautan ‹linkli.st› pada berkas-berkas luring saya dengan format ordered list yang sesuai selera, lalu kemudian mengunggah ulangnya menuju akun Imprint yang baru saja saya buat kemarin.

(linklist.ofisia.name)

Tanpa butuh waktu lama seusai menyunting pengaturan CNAME, blog berbasis Imprint saya segera dapat diakses lewat custom domain linklist.ofisia.name, saya memilih menggunakan subdomain tersebut agar tak terlampau berbeda dengan alamat akun ‹linkli.st› saya sebelumnya, yakni linkli.st/ofisia.

Ketika mulai menggunakan Imprint, saya mendapati beberapa kendala minor yang barangkali masih bisa dimaklumi mengingat statusnya sebagai pendatang baru, dengan infrastruktur server yang belum cukup memadai.

Pertama, server Imprint relatif pelan IMHO, bahkan kini saya putuskan rehat dulu dari rutinitas menambahkan entri akibat proses CRUD yang seolah berhenti di tengah jalan. Kedua, server Imprint secara default tidak—atau belum—menerapkan HTTPS, sehingga mengunjungi alamat URL diatas dengan awalan ‹https://› akan menghadiahi anda dengan sebuah pesan error.

Saat memeriksa ulang dan mengurutkan berkas-berkas luring saya secara kronologis, saya baru menyadari bahwa situs ‹linkli.st› versi arsip yang tersedia saat ini hanya menampilkan sebagian saja dari keseluruhan entri pada akun saya.

Misalnya, entri-entri antara tahun 2014 hingga 2018 tidak dapat saya temukan dimanapun, hilang entah kemana. Tetapi, saya akui memang ini akibat kelalaian saya, seharusnya saya mengekspor dan atau menyalin data akun ‹linkli.st› saya jauh-jauh hari sebelum akhirnya berhenti beroperasi. Rasa sesal selalu datang terlambat.

(sua)