Modern Life Is Rubbish.

(searah jarum jam dari kiri atas: JBL GO 2, Nokia 3, Logitech Pebble, dan Zagg Trifold)

Foto diatas saya ambil pada sore hari, circa bulan Januari 2021. Waktu itu sedang hujan, dan saya sedang tidak dapat kemanapun. Baterai komputer jinjing baru saja—hampir—habis terkuras, sementara saya masih ingin menghabiskan waktu dengan dengan kegiatan tekan-menekan tombol papan ketik. Walhasil, akhirnya saya meminjam papan ketik lipat milik istri saya. Merk Zagg, tipe ‹Tri Fold,› persis seperti nama salah satu tipe sepeda lipat buatan lokal.

Sebenarnya track pad bawaan papan ketik ‹Zagg Tri Fold› ini cukup membantu, namun karena merasa lebih sigap dan lebih terbiasa mengontrol kursor di layar menggunakan tetikus, maka turut sertalah si LogitechPebble› yang dapat disambungkan dengan gawai lewat antarmuka bluetooth. Lalu, sebagai sarana hiburan ringan, tersambunglah pula, tetap lewat bluetooth, speaker nirkabel JBL GO 2, untuk memutar sebagian kecil koleksi musik daring yang tersimpan di kartu memori. Saya menulis menggunakan aplikasi IA Writer versi Android, alasan utamanya adalah karena typeface IA Writer.

Pada beberapa belas menit pertama mengetik, saya mencoba menyesuaikan diri jari dengan tata letak tombol-tombol yang ada. Namun, pada puluhan detik berikutnya, tata letak nan unik dan ora umum tersebut lambat laun kian membuat saya menjadi erosi emosi. Maksud dan tujuan Istri saya dulu memilih membeli papan ketik berbentuk ringkas ini adalah agar mudah dibawa kemana saja ketika sedang bepergian keluar rumah, lalu kemudian segera digunakan untuk beraksi menulis kata-kata yang muncul di kepala ketika—wait for it—inspirasi darurat datang tak terduga.

Pada beberapa puluh menit kemudian, saya putuskan untuk berhenti melanjutkan niat saya menulis mengetik. Tata letaknya tombolnya justru membuat saya tidak bisa fokus pada kegiatan tulis-menulis, dan malah membuat saya konsentrasi pada kegiatan ingat-mengingat. Saya sering salah ketik, dan untuk mengoreksi kesalahan-kesalahan ketik tersebut saya harus memindai tata letak tombol yang dibagi menjadi dua bidang tersebut, sungguh membuang waktu.

Jika perkiraan dan pemahaman saya soal waktu tidak salah, rasanya saya mengetik lebih pelan ketimbang saat menggunakan papan ketik bawaan Android di layar. Maka, izinkan saya mengakhiri tulisan ‹Lodrapumo› ini dengan kesimpulan bahwa produk hasil inovasi modern pendobrak pakem Zagg ‹Trifold› sangat—dan barangkali hanya—cocok untuk momen-momen darurat, dan malam ini bukanlah salah satunya. Memang benar apa kata Damon Albarn cum suis, bahwa ada kalanya «Modern Life Is Rubbish

(sua)