Multigram.

(sumber gambar)

Ketika pertama kali mendaftarkan akun Instagram dengan @versuaist, pada waktu yang bersamaan saya mendaftarkan pula akun lain dengan username @ver.sua.ist sebagai cadangan. Selama beberapa waktu, saya hanya aktif login dan mengunggah post menggunakan akun yang pertama, sedangkan akun kedua hanya saya tengok sesekali saja.

Lalu, pada suatu waktu, ketika sedang iseng login memggunakan akun kedua, saya mendapati fakta bahwa statistik jumlah following—bukan jumlah followers—saya secara ajaib telah mencapai angka seratus. Saya kurang paham atau lebih tepatnya tidak ingat bagaimana seseorang sampai bisa mendapatkan informasi credential akun tersebut.

Satu-satunya pihak ketiga yang saya ingat pernah saya beri permission untuk akses hanyalah INSSIST, ketika sedang mencobanya demi dapat mengunggah reels lewat desktop. Namun, bagaimanapun juga, ini hanyalah sekadar asumsi saya, dan saya bisa saja salah, karena tak memiliki bukti apapun.

Walhasil, sebagai tindakan pengamanan untuk mengatasinya, saya menghapus akun tersebut, lalu mendaftarkan akun baru menggunakan username @v.sua.ist, karena seperti lazimnya prosedur operasi standar Instagram, username saya yang sebelumnya—yakni @ver.sua.ist—baru dapat digunakan untuk akun lain setelah empat belas hari, atau kurang lebih begitu lah, saya sudah lama tidak membaca informasi lebih detail mengenai perihal ini.

Namun, SOP perubahan username tersebut adalah SOP penghapusan akun, karena rupanya akun lama yang baru saja saya hapus tersebut statusnya kini hanya sekedar di non-aktifkan secara sementara, dan baru benar-benar dihapus secara paripurna pada bulan Desember 2021 nanti. Seperti yang diketahui oleh seluruh umat manusia yang ada di dunia, kegiatan yang paling membosankan dalam hidup ini adalah menunggu. On day monday…

(sua)