VDSDI (Part IX).

(video IGTV dan video Tiktok versuaist)

Saya selalu berpikiran bahwa video dengan format vertikal adalah hal yang konyol, sebab selama seumur hidup saya telah terlampau akrab dengan segala hal yang ditampilkan secara horizontal, pada layar apapun, mulai dari televisi, monitor CRT, hingga panel LCD. Namun semenjak Instagram memutuskan untuk berinovasi melacurkan diri dengan meluncurkan Reels—tentunya demi merebut hati para pengguna sasaran pasar TikTok—saya paham bahwa aturan main sedikit banyak akan segera berubah, yakni memprioritaskan para pengguna gawai yang secara alamiah lebih terbiasa—menjelajahi Instagram dan—mengkonsumsi media dengan format vertikal.

Maka, sebagai kompromi, sayapun mendaur ulang gambar-gambar entri Instagram versuaist menjadi video animasi berformat vertikal dengan rasio 16:9. Sebenarnya tujuan awal saya adalah untuk menghasilkan video berdurasi sekitar lima belas detik untuk keperluan Reels, namun karena seiring waktu katalog item versuaist bakal bertambah dan animasinya dapat lebih dari lima belas detik, saya putuskan untuk melakukan looping sehingga dapat menjadi lebih panjang, sesuai ketentuan video IGTV yang mesti berdurasi minimal enam puluh detik.

Sedangkan video animasi awal yang berdurasi pendek tadi akhirnya saya daur ulang sebagai entri TikTok. Ya, betul, saya akhirnya mendaftarkan sebuah akun baru TikTok untuk versuaist. Namun, syukurlah saya tak perlu mengunggah video joget seperti konten TikTok pada umumnya. Baik IGTV maupun TikTok kini telah memungkinkan untuk diunggah lewat antarmuka desktop, sehingga sangat bermanfaat serta membantu pengguna udik yang lebih terbiasa dengan layar horizontal macam saya ini.

(sua)