VDSDI (Part X).

(sumber gambar)

Beberapa waktu lalu saya telah memutakhirkan katalog versuaist dengan sembilan item baru, berisi sejumlah play parodi karya Raymond Pettibon, Winston Smith, KasimSeverinovich Malevich, Howard Kettler serta Vidi Nurhadi. Empat dari kaus-kaus tersebut berwarna dasar hitam, sedangkan lima sisanya berwarna dasar putih.

Sebuah glitch di halaman belakang Tees.co.id—yakni mockup rendering yang tidak menampilkan apapun—mencegah saya dapat menambahkan item-item baru dalam katalognya selama beberapa saat, membuat saya terpaksa mencari alternatif penggantinya dalam tempo yang sesingkat-sesingkatnya, yakni Ciptaloka yang berbasis di Bandung, yang kemudian saya beri short redirection URL kios.ver.sua.ist.

Sebuah stroll singkat di Product Hunt membuat saya stumbled upon pada situs Mockup Mark, yang menyediakan sejumlah mockup kaus cuma-cuma yang lumayan out of the box, dengan model-model yang unik dan menawan. Sejumlah besar dari mereka saya olah ulang menjadi video vertikal, dengan suara latar yang menggunakan cuplikan audio bebas pakai karya Jumbo, yang kemudian saya gunakan secara ugal-ugalan untuk story Instagram, reel Instagram, feed Instagram, serta feed TikTok.

Hal yang membuat saya agak mencabuti rambut adalah ketika Facebook Creator Studio tetiba memunculkan jendela modal, yang memberitahukan bahwa feed Instagram tidak menerima unggahan video berformat vertikal dengan rasio 9:16, yang sebelumnya lancar-lancar saja ketika saya gunakan untuk story dan reel Instagram.

Cukup mengejutkan, karena saya rasa fitur cropping video—yang kini hanya tersedia untuk foto—adalah perkara remeh untuk tech giant macam Facebook, namun untungnya hal ini dapat diatasi dengan mudah oleh HandBrake yang open source dan baik hati. «Time you enjoy wasting is not wasted,» they said, actually I am not enjoying this, but at least I learned something.

(sua)