Good O Day (Part I).

Punk is dead. Print is dead. Lalu sekarang Flash is dead. Long live the good old days of the almighty and super fun Macromedia Adobe Flash. Gentle giant yang akhirnya kena euthanasia ini akhirnya membuat banyak media seputar pengembangan web gempar memberitakan kabar duka EOL-nya.

Beberapa pengembang web bahkan menuliskan obituari emosional penuh kenangan akan hikayat revolusi pada masing-masing blog mereka. Seperti hal-nya mereka, saya merasa cukup berbahagia sebab sempat hidup pada masa Flash pernah berjaya. Sebuah teknologi yang meskipun proprietary namun telah berjasa membuka kotak pandora petualangan generative design art, serta UXD dan IxD kepada khalayak ramai, bahkan sebelum singkatan-singkatan tersebut mulai banyak yang tahu kepanjangannya.

Sebagai seseorang yang rajin mengunjungi halaman depan situs ‹CSS-Tricks› pasca Google Reader tiada, takdir akhirnya membuat saya stumbled upon pada sebuah entri mengenai topik diatas. Usai membacanya, tautan demi tautan lainnya saya selami. Alasan pertama adalah demi memenuhi rasa penasaran, alasan kedua adalah mencari sesama korban patah hati yang masih belum bisa move on dari masa lalu. Pada salah satu dari beberapa tautan tersebut, saya menemukan sebuah nama catchy yang dulu pernah cukup akrab di telinga, Mr. Shaun Inman.

(bersambung ke ‹Part II›)

(sua)