Hrzntl Rls.
Masih ingatkah Anda saat Instagram memperkenalkan fitur NFT di aplikasinya pada bulan Mei tahun dua ribu dua puluh dua yang lalu? Saya ingat betul, dan saya sudah memperkirakan bahwa fitur tersebut akan melewati jalan berbatu dan riskan terseok-seok di tengah jalan sebab tidak semua pengguna Instagram memiliki akses terhadap NFT. Benar saja, tidak sampai setahun kemudian Meta sudah mempensiunkan fitur tersebut. Memang begitulah, kadang kala seringkali ekspektasi pengembang tidak sesuai dengan realita cinta dan rock 'n roll pasar.
Fast forward ke bulan September tahun dua ribu dua puluh lima, tepatnya tanggal dua puluh empat, Instagram kembali memperkenalkan fitur yang ora umum, yakni horizontal reels berukuran 5120 pixel kali 1080 pixel. Jika Anda lebih akrab dengan rasio 16:9, reels gaya baru ini memiliki rasio 128:27. Meskipun judulnya mengandung kata horizontal, reels berukuran tersebut hanya bisa ditampilkan secara vertical, mode orientasinya tetap tidak bergeming bahkan ketika gawai yang tadinya portrait saya putar sembilan puluh derajat menjadi landscape. Sungguh fitur yang aneh, gumam saya dalam hati, sambil berakrobat memutar-mutar gawai seperti orang konyol.

(sumber gambar kiri dan kanan)
Akan tetapi, meskipun ora umum, tidak ada salahnya untuk iseng turut serta riding the wave, sambil tetap menyuarakan voice of the voiceless di Palestina. Dengan mengusung semangat content recycle, saya mendaur ulang baris-baris teks ‹Ceasefire Now!› lintas aksara yang telah dikompilasikan oleh nona Naïma Ben Ayed di situs Alphabettes, menyadur sebelas diantaranya lalu mengubahnya menjadi semacam vertical marquee, diiringi instrumental guitar intro oleh bung Tom Morello pada lagu Rage Against The Machine yang apropriately titled ‹Voice Of The Voiceless.›
Entri ini tersedia pula dalam versi bahasa Inggris.
(sua)