Hujan (Part I).

Musim hujan belakangan ini membuat temperatur alami daratan tempat saya lahir dan tumbuh kini terasa tidak seganas biasanya. Anomali ini membawa dampak buruk pada rutinitas tipikal spesies habitat iklim tropis macam saya.

(sumber gambar)

Sauna gratis nan inklusif yang biasanya buka tiap hari setelah matahari terbit, kini lebih sering tertutup untuk umum. Sehingga kader penegak disiplin yang paling disiplin-pun akhirnya terbuai untuk menjadi lebih malas berdisiplin, dan orang-orang yang biasanya malas mandi-pun akhirnya juga terbuai untuk menjadi lebih malas mandi.

Ketika suhu udara di kota Surabaya semakin menyerupai kondisi di kota Sheffield, orang-orang seperti saya semakin sadar lingkungan lalu menjalankan program hemat air, dan mengkonsumsi air hanya untuk kebutuhan minum dan cuci piring, urusan mandi diprioritaskan ulang menjadi kebutuhan tersier yang hanya perlu dilangsungkan tiap beberapa hari sekali, itupun itu jika memang sudah terpaksa dipaksa.

Singkat cerita, akhirnya sore hari ini saya kembali melaksanakan ritual penyucian diri demi melunturkan debu, daki serta dosa. Saya memantik Soundcloud, lalu berburu mixtape yang cocok sebagai soundtrack untuk ‹Digital Bath› kali ini. Tune pilihan saya sore ini adalah ‹Metal Shrapnel Moshtape Volume 3› unggahan DJ Lord sekitar setahun yang lalu—kebetulan saya sudah pernah memutar dua edisi sebelumnya—tetapi yang terakhir ini belum sempat.

(bersambung ke ‹Part II›)

(sua)