Skip to main content

Command Palette

Search for a command to run...

Instafolio (Part II).

Updated

Setelah beberapa waktu mencoba menggunakan Folio, izinkan saya untuk membagikan pengalaman pribadi saya tentangnya. Secara umum, Folio sudah cukup menjawab kebutuhan saya, yakni demi memungkinan saya membaca artikel ketika sedang dalam mode luring. Namun, kekurangan Folio dibanding Pocket adalah ia tidak menyimpan gambar dalam cache, sehingga pengalaman membaca direduksi hingga sekadar menjadi text only. Sehingga, sebagai seorang desainer, seringkali saya kesusahan memahami konteks ketika gambar-gambar insert di sebuah artikel desain tidak muncul sama sekali.

Akan tetapi, lambat laun saya berubah pikiran dan mulai terbiasa menganggap hal tersebut sebagai blessing in disguise, yang justru membiasakan saya untuk lebih fokus terhadap tulisan dahulu sebelum gambar, toh kalau memang sebuah artikel memang sepenting itu, tetap dapat saya tandai lewat tag agar kemudian dapat saya baca ulang secara paripurna ketika sudah kembali ke mode daring. Kekurangan lain Folio dibanding Instapaper dan Pocket adalah ia tidak memiliki fitur sortir acak, sesuatu yang amat sangat berguna ketika seorang pengguna seperti saya dihadapkan pada paradox of choice, seringkali overwhelmed dalam proses menentukan mana satu diantara puluhan—kelak ratusan bahkan ribuan—artikel yang sebaiknya dibaca lebih dulu.

(sumber gambar)

Satu hal minor yang membuat saya jatuh cinta pada Folio adalah karena secara default ia menampilkan artikel menggunakan Literata, yang menurut saya merupakan salah satu typeface berlisensi open source dengan gaya italic terbaik, terima kasih kepada bung José Scaglione dan nona Veronica Burian cum suis. Selain Literata yang, Folio juga dibekali dengan beberapa opsi open source lain yang tak kalah menawan, misalnya ketika saya sedang bosan membaca pakai Literata yang berjenis serif, saya dapat memilih pakai IBM Plex Sans yang berjenis sans-serif. Sepertinya bung Nick Chapman memang memberikan perhatian khusus pada departemen tipografi, hanya saja sayangnya antarmuka untuk pemilihan typeface dan tata letak tulisan masih agak buggy, kadang muncul kadang tidak, namun saya tidak akan terlalu mengeluh soal hal ini, pilihan default Literata sudah sangat memuaskan untuk sebagian besar waktu.

(baca Part I)

(sua)