Magic.

Sepanjang caturwulan ketiga tahun lalu—sejauh saya bisa memutar balik ingatan saya—sejumlah blog bertopik ‹dibalik layar› dan atau ‹studi kasus› yang banyak saya baca isinya antara lain milik ‹Google Design,› ‹Spotify Design,› ‹Matchstic,› dan ‹Ueno.›

(sumber gambar)

Dua nama yang pertama adalah nama besar yang barangkali sudah akrab di telinga banyak orang peminat desain. Dua nama yang terakhir adalah agensi biro branding desain yang barangkali belum banyak orang tahu, kecuali peminat desain tentunya. Dari dua nama terakhir tersebut, nama yang kedua baru saja dipinang oleh salah satu perusahaan media sosial tertua di dunia.

Bukan Friendster, bukan MySpace, apalagi Path. Ueno diakuisisi oleh Twitter. Sebagai arsitek pionir jagad media sosial yang diluncurkan dua tahun setelah Facebook, langkah Twitter ini termasuk relatif ketinggalan kereta acqui-hire dibanding raksasa internet lainnya, namun setidaknya «better late than never

Berdasarkan rekam jejak masing-masing—abaikan kicauan kacau @realdonaldtrump—tampaknya mereka adalah match made in heaven.› Menyoal entri-entri blog tentang topik ‹dibalik layar› dan atau ‹studi kasus› yang tersebut diatas, semoga esok masih rajin mereka terbitkan pasca menempuh hidup baru. I wish Haraldur Thorleifsson cum suis all the best. «Twitter Ueno, please do your magic!»

Oh ya, sungguh sebuah kebetulan, judul entri termutakhir di blog ‹Matchstic› sangat berkaitan dengan hajatan Ueno, yakni Maximizing Brand Value During a Merger or Acquisition.› Sepertinya menarik, akan saya simpan dalam Pocket.

(sua)