Optimus.

Barangkali saja memang ada yang penasaran tentang bagimana tulisan-tulisan pada seri ‹Die Neue Routine› disusun, maka disinilah terdapat penjelasannya. Umumnya draft awal mulai ditulis menggunakan sebuah gawai, karena perangkat genggam—Nokia 3 berbasis Android Oreo—itulah yang kebetulan paling sering siap sedia sepanjang waktu.

Saya biasanya menyiapkan dokumen kosong dengan sebuah working title, lalu menuliskan sejumlah subjudul kerangka karangan, itupun jika memang benar-benar ada kerangka. Saya menulis draft menggunakan Standard Notes, karena isi Simplenote saya sudah terlampau banyak—dengan pin yang bertumpuk-tumpuk di bagian atas—hingga kemampuan kognitif saya riskan menguap bahkan ketika pertama membukanya.

Baris-baris subjudul saya set sebagai h2, namun karena Standard Notes secara default tidak mendukung Markdown, saya biasa beralih menggunakan IA Writer ketika membutuhkan formatting. Karena IA Writer tidak menyediakan fitur cloud syncing untuk pengguna tak berbayar, berkatnya saya rajin menyalin-tempel kembali ke Standard Notes jika ingin melanjutkan penyuntingan di laptop desktop.

Di desktop saya menyunting menggunakan Highland karena beberapa alasan. Pertama, IA Writer versi desktop tidak gratis. Kedua, Highland tersedia gratis. Ketiga, Highland mendukung Markdown. Keempat, Highland memiliki mode typewriter sehingga saya bisa berlagak macam Margaret Atwood. Kelima, Couriermother effin optimusPrime Sans. Setelah usai menyunting, draft Markdown saya salin-tempel ke Macdown, dimana teks preview HTML-nya kemudian saya salin-tempel ke Teletype, lalu benahi sedikit di sana-sini jika saja masih ada hasil konversi yang tak sempurna.

(sua)