Skip to main content

Command Palette

Search for a command to run...

Perempuan dan Hari Ibu

Updated

Untukmu jiwa yang dikaruniai rahim dan kelenjar air susu.

Jiwa dengan tubuh yang kerap dipaksa patuh dan tunduk atas aturan yang dibuat olehnya yang dikarunia daging panjang menjulur diantara selangkangan.

Jiwa yang kerap kali dianggap rapuh namun jarang sekali menempati ruang aman serta nyaman.

Hari ini 22 Desember mulai dari terbit fajar hingga terbenam, seperti yang telah lalu persiapkanlah jiwa itu dengan ucapan maupun aksara gambaran euforia dirimu dalam balutan seremoni Hari Ibu. Bergembiralah, tabuhlah suka cita tapi jangan terlampau terlena lalu jatuh cinta.

Janganlah jatuh cinta kepada mereka yang seolah mengagungkanmu namun tanpa pernah dengan serius berupaya memberikan ruang aman untukmu.

Untukmu jiwa dalam raga perempuan bergelar ibu apapun prosesnya, entah karena telah melahirkan seorang anak, atau karena sapaan bahkan tuntutan yakinlah bahwa engkau berdaya dan mampu berupaya mewujudkan ruang aman yang sama dan setara.

Ruang dimana orang tidak lagi bebas memasang label, tidak lagi semena-mena mendisiplinkan tubuh dan terutama memperbaiki cacat pikir bahwa engkau bukanlah objek melainkan subjek yang sama seperti mereka.

Hari ini sejatinya adalah pemberdayaan bukan sekedar peringatan apalagi tuntutan puja dan puji.

Berterima kasih atas semua apresiasi namun semoga karenanya engkau tiada henti melakukan refleksi serta evaluasi.

Selamat hari pemberdayaan perempuan untuk jiwa-jiwa yang tak pernah berhenti mengupayakan kebaikan.

(ist)