Skip to main content

Command Palette

Search for a command to run...

Ramadhan In The Time of Corona.

Updated

Jika kau tanya dimana kami saat krisis dan pandemi.

Disinilah kami...

Di depan kamera, saling lempar kain penutup muka yang hanya menyisakan mata.

Receh memang...

Tapi recehan seringkali adalah jawaban.

Jawaban atas kerinduan, jawaban atas kekhawatiran, jawaban atas prasangka yang tak berkesudahan.

Sedu sedan dan suka cita kami menyambut Ramadhan, serupa Kim Jong Un dan Kapten Ri yang berbagi layar dalam siaran televisi.

Suka sekaligus sedu karena ramadhan datang berbayang kecemasan.

Cemas karena wabah ini belum beranjak hilang.

Ramadhan tanpa hiruk pikuk masjid dan surau memang menoreh lara tapi bukan pula derita tanpa jeda.

Jika rumah adalah peti, kita adalah kunci.

Karena sejatinya laku kitalah penawar lara.

Tetaplah sehati walaupun jarak melingkupi.

Tetaplah sejiwa walaupun raga terpenjara.

Banyak hari untuk diperingati, banyak cinta untuk diberi, seiring doa banyak pula hati yang terberkati.

Marhaban ya Ramadhan

Stay safe and stay healthy.

Staying alive and sane.

”Home is not only where the heart is, but home is also where the health is.”

(ist)