Solutip.
Makanan bukan lagi soal mengisi perut, tapi juga sesuatu yang memiliki nilai sosiologis.
Seberapa sering kita menjumpai perayaan yang nir sajian makanan? Baik hari besar keagamaan maupun promosi naik jabatan makanan kerap nginthil ambil bagian.
Gambaran kehidupan masyarakatpun bisa tersaji lewat makanan, tradisi kenduri misalnya, atau dalam satu masa sebelum puasa Ramadhan tiba (megengan), setiap rumah akan sesak penuh oleh sajian kue apem ater-ater tetangga kanan kiri yang membuat lingkaran per-apem-an tiada ujung.
Tradisi ater-ater makanan salah satu dari banyak kearifan lokal yang menjembatani interaksi antar tetangga yang kian hari kian jarang bersua.
Pada 1 Muharram atau malam satu suro, lazimnya akan ada tetangga yang ater-ater bubur suro atau pol-polan bubur abang, tapi tinggal di lingkungan perkotaan tetanggan dengan generasi-generasi pecinta kepraktisan, cukuplah saya sumringah kala mendapat sawi pagoda dan daun kelor super food 😄.
Melengkapi himbauan bu Tejo bahwasannya dadi wong iki ya mbok sing solutip, maka tak ada bubur suro pun tak apa, sak anane wae pokok eksis ndek-ndekan demi konten 🤭🤭🤭.
Sukses dieksekusi tumis sawi pagoda jamur, dadar tomat telur, serta kekian udang untuk menyambut tahun baru Islam 1442 H.
(ist)