202103.

↳ Pasca googling video ‹Take On Me› saat menulis entri tentang Motive,› Youtube memberi saya rekomendasi sejumlah video anniversary A-Ha, yang akhirnya membuat saya paham bahwa video yang saya tonton berkali-kali di MTV bertahun-tahun yang lalu sebenarnya adalah sebuah versi setengah jadi. Video versi penuhnya baru dirilis saat memperingati sekian tahun ‹Take On Me› pada tahun 2019.


↳ Tak banyak film yang kami tonton belakangan ini, seingat saya tahun lalu hanya Okja,› Bohemian Rhapsody dan Knives Out yang kami tonton bersama. Alasan menonton ‹Okja› adalah karena ‹Parasite› sepertinya terlampau berat untuk penonton Bong Joon-ho amatir macam kami. Setelah itu tentunya Mank adalah tontonan wajib bagi umat pemuja David Fincher, sebrengsek serumit apapun isi ceritanya. Lalu, tanpa dengan sengaja berusaha menjadi so meta, kami sebagai couple menonton film-film tentang couple macam ‹Palm Springs› dan ‹Marriage Story.› Saya pertama mengetahui ‹Marriage Story› lewat ulasan poster dual versionnya yang masuk nominasi Oscar, namun baru saya tonton ketika direquest oleh sang istri tercinta.


Good music, terlebih lagi jika disertai dengan video klip yang hebring, adalah pelipur lara murah meriah yang kurang lebih bisa dianggap sebagai pengejawantahan faktual yang hakiki dari frasa populer ‹bahagia itu sederhana.› Video-video baru Run The Jewels, Crosses dan Krowbar, semuanya memancarkan aura positif yang saya butuhkan untuk menjalani hidup yang heavy berat seperti metal besi. Akan tetapi, video ‹Epilogue› Daft Punk membuat saya bingung mesti sedih ataukah bahagia, akhirnya ku tinggal pergi sambil gigit jari.

(sua)